More Stories

Koordinator GIB ''Adhie Massardi'' Menyatakan Bahwa Pergantian Ketua DPR Berkaitan Dengan Demo 2 Desember, Ini Alasannya..



Pergantian Ketua DPR Diduga Terkait Rencana Unjuk Rasa 2 DesemberBeritaindonesia.co - Rapat Pleno DPP Golkar mengusulkan mengembalikan posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menduga pergantian posisi ketua DPR terkait aksi unjuk rasa pada 2 Desember.

Sebab, Ade Komarudin merupakan aktivis HMI serta dekat dengan Ormas Islam.

Oleh karenanya, pergantian Ketua DPR bertujuan memperkuat posisi dan kekuatan presiden.


"Kecenderungan ini, terkait dengan kehawatiran momen aksi bela Islam dan Presiden Jokowi melakukan safari politik dalam mencari dukungan meski sebagai reaksi yang berlebihan," kata Adhie Masardi melalui pesan singkat, Kamis (24/11/2016).

Tegas..!! Ini Alasan Polda Metro Jaya Langsung Tangani Kasus Ahmad Dhani


Ini Alasan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Ahmad Dhani
Beritaindonesia.co - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, mengatakan penyidik dapat menangani kasus penghinaan terhadap penguasa yang diduga dilakukan musisi Ahmad Dhani.

Meskipun Presiden Joko Widodo, selaku orang yang diduga dihina Dhani, tak melaporkan suami Mulan Jameela itu ke aparat kepolisian.

Ini karena kasus itu masuk delik umum bukan delik aduan.

"Itu adalah delik aduan ada delik umum. Beberapa waktu lalu sudah dapat penetapan MK bahwasannya terkait penghinaan kepada presiden adalah delik aduan, tetapi ini aduan delik umum, ini terhadap penguasa," ujar Awi, kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/11/2016).

Dia menjelaskan, penguasa itu dalam artian luas mulai dari pejabat di tingkat bawah hingga tingkat atas.

Menurut dia, penyidik dapat menggunakan delik umum.

"Siapapun pelapornya, penyidik akan memprosesnya. Tidak harus si korban," kata dia.

Penyidik akan menelusuri apakah ada unsur pidana. Penyidik mengumpulkan alat bukti dari saksi dan keterangan ahli.

Mengenai penghinaan terhadap penguasa, penyidik memanggil ahli bahasa untuk menentukan apakah kata-kata Dhani itu melakukan suatu perbuatan pidana.

"Kami juga memanggil terkait ahli hukum pidana dan kami akan memanggil ahli lainnya tentu kapasitas dari penyidik sendiri," katanya.

Riano Oscha, melaporkan Ahmad Dhani terkait kasus dugaan penghinaan Presiden.
Riano merupakan Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi (LRJ).

Laporan serupa dilayangkan organisasi relawan Jokowi lainnya, Projo.

Dua organisasi itu melaporkan Dhani lantaran orasinya pada demo 4 November lalu yang dinilai telah melalukan penghinaan terhadap Presiden.


Pria yang kini jadi calon wakil Bupati Bekasi, Jawa Barat itu diduga melanggar Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

Mengejutkan..!! Ratna Sarumpaet Tolak Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Ahmad Dhani ,Ini Alasannya


Beritaindonesia.co - Aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet, memastikan dirinya tidak akan hadir ke Mapolda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan penyidik terkait kasus penghinaan Presiden Joko Widodo yang menjerat musisi Ahmad Dhani.

Menurut Ratna, surat pemanggilan sebagai saksi yang ditujukan kepadanya oleh polisi tidak jelas. Sebab, dalam surat tersebut, tidak tercantum nama terlapornya.

"Tersangkanya tidak jelas ya, aku lihat ada nafsu besar ingin tersangkakan orang atau apa aku enggak tahu, tetapi itu berantakan. Saya tidak mau dipanggil dengan cara begini," ujar Ratna saat dihubungi, Kamis (24/11/2016).

Baca: Alasan Para Saksi Kasus Ahmad Dhani yang Tak Penuhi Panggilan Polisi.

Ratna menyampaikan, jika memang dirinya dipanggil sebagai saksi atas kasus Ahmad Dhani, dia merasa ini tidak tepat. Sebab, kasus tersebut merupakan delik aduan sehingga yang harusnya melapor, kata dia, harus korbannya sendiri dan dalam hal ini adalah Jokowi.

"Dulu SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dia datang sendiri. Jadi, masih ngawurlah namanya juga mengalihkan isu," ucap dia.

Saksi lain dalam kasus ini yang rencananya diperiksa hari ini adalah Rizieq Shihab, Amien Rais, Munarman, Eggi Sudjana, Mulan Jameela, dan Ahmad Dhani sebagai terlapor.

Pemeriksaan dilakukan untuk menindaklanjuti pelaporan dari Laskar Relawan Jokowi dan Projo yang melaporkan Ahmad Dhani karena diduga menghina Presiden Jokowi saat berorasi pada demo 4 November.


Dalam laporan tersebut, polisi menyangkakan Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

Bikin Ngakak..!! Giliran Ari Wibowo dan Memes Dukung Ahok di Rumah Lembang


Beritaindonesia.co - Para pesohor bergantian mendatangi Rumah Lembang untuk memberi dukungan kepada calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Setelah Cathy Sharon, Luna Maya, Aura Kasih, dan Andien memberi semangat ke Ahok, hari ini giliran aktor Ari Wibowo dan penyanyi Memes.

Seperti artis lain, Ari yang datang bersama kakaknya yang juga artis Ira Wibowo, dipakaikan baju kotak-kotak oleh Ahok.

"Jujur aja, saya enggak terlalu mengerti politik, tapi saya selalu memilih. Kebetulan saya juga pilih Jokowi-Ahok (pada Pilkada DKI Jakarta 2012) dan sejak itu perubahan di Jakarta sungguh luar biasa," kata Ari di Rumah Lembang, Kamis (24/11/2016).

Ari mengatakan, tetap mantap mendukung Ahok meski saat ini cagub nomor urut dua itu tengah terjerat masalah hukum, yaitu dugaan penistaan agama.

"Justru kejadian ini, kami semakin semangat lagi dan semua yang tadinya berdiam diri seperti saya, jadi keluar dan dukung nomor dua. Saya jadi yakin 100 persen, Pak Ahok menang (Pilkada)," kata Ari.

 Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berfoto bersama warga dan relawan di Rumah Lembang, Jakarta, Kamis (24/11). Tampak penyanyi Memes mendatangi Rumah Lembang untuk memberikan dukungan kepada Ahok-Djarot. (Liputan6.com/Gempur M Surya)
Senada dengan Ari, penyanyi Memes mengatakan alasannya mendukung Ahok. Menurut dia, Ahok telah menunjukkan bukti kerja nyata, bukan sekadar janji manis.


"Sudah jelas, Pak Ahok sudah melakukan kerja nyata. Taman tertata rapi. Kemudian sampah sudah ada yang ngurus. Kalau masalah macet itu sih tugas bersama. Kan masih pembangunan jalan, MRT," ucap Memes.

Tidak Terima Buni Yani Sebagai Tersangka ,Pengacara Buni Yani Langsung Angkat Bicara .Begini...



Pengacara: Kenapa Harus Buni Yani yang Ditetapkan Sebagai TersangkaBeritaindonesia.co - Upaya penyidik Subdit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya menetapkan status tersangka Buni Yani alias BY dinilai diskriminatif.

Penasihat Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengatakan kliennya tak melakukan apa yang disangkakan penyidik mengenai upaya pencemaran nama baik dan penghasutan terkait SARA.

Selama diperiksa sebagai saksi terlapor pada Rabu kemarin, penyidik sudah menyampaikan bukti-bukti bukan Buni Yani orang pertama yang mengunggah video Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama berbicara dihadapan warga di Kepulauan Seribu pada beberapa waktu lalu.
"Buni ini sebetulnya tidak melakukan apa yang dituduhkan.

 Padahal kami sudah sampaikan bukti-bukti bukan dia yang pertama kali mengupload.  Kenapa pak Buni Yani harus ditangkap. Padahal dia kooperatif menurut saya ini diskriminatif," ujar Aldwin, kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11/2016) malam.

Pria berprofesi sebagai dosen itu mengunggah video ke laman media sosial Facebook, pada 6 Oktober 2016. Namun, sebelum itu, kata Aldwin, sudah banyak akun-akun media sosial yang lain mengunggah video Ahok.

"Mengapa tanggal 6 Oktober Mengupload ulang video berdurasi 30 detik yang diambil dari akun media NKRI. Sebelum itu banyak akun yang tanggal 5 lebih keras lebih provokatif. Tanggal 5 banyak yang kemudian mengcaption juga lebih keras kenapa harus Buni Yani. Lebih dari 5 akun," kata dia.

Buni Yani alias BY, pengunggah video dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik Subdit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya mempermasalahkan upaya BY menuliskan kalimat di media sosial Facebook pada 6 Oktober 2016.

Untuk video yang diunggah, video rekaman itu asli ucapan Ahok saat berbicara dihadapan masyarakat di Kepulauan Seribu, pada beberapa waktu lalu.

Namun, video ini telah dilakukan proses editing. Penyidik sudah mengklarifikasi kepada saksi-saksi, diketahui BY yang menulis di FB tersebut.




Pakai Baju Kotak-Kotak, Bule Australia Berterima Kasih ke Ahok,Ini Lantarannya..


Beritaindonesia.co - Di antara puluhan warga yang ingin bertemu Ahok di Rumah Lembang pagi ini, penampilan Greg Redden nampak mencuri perhatian. Sebab, pria Australia yang telah bermukim 21 tahun di Indonesia itu adalah satu-satunya pendukung Ahok berwajah bule.

Sembari menunggu Ahok tiba si Rumah Lembang, Greg menyampaikan pendapatnya tentang Ahok. "Terima kasih Pak Ahok, tidak ada lagi orang asing di Indonesia. Apakah itu beda agama atau suku," ujar Greg di Rumah Lembang, Menteng, Kamis (24/11/2016).

Menurut pria berusia 60 tahun itu, Ahok telah berhasil mengikis pandangan, mana orang Indonesia asli dan mana orang asing.

Greg menyebut, istrinya yang merupakan WNI semula sangat apolitis, namun, sejak mengenal sosok Jokowi-Ahok, istrinya tak lagi antipolitik.

"Istri saya orang Solo dulu apolitis, sejak lihat Jokowi-Ahok tidak," ucapnya kemudian disambut tepuk tangan pendukung lalin.


Sebelum turun panggung, Greg yang fasih berbahasa Inggris, Jawa, dan Indonesia itu menyapa pendukung Ahok yang lain. "Sugeng enjang, salam dua jari," ucap dia.

Ini Komentar Politikus NasDem ''Supiadin'' Terkait Diusulkannya Setnov Kembali Menjadi Ketua DPR


Supiadin Berharap Jangan Sampai DPR Terkesan Sering Berganti Pimpinan
Beritaindonesia.co -  Politikus NasDem Supiadin Aries Saputra berkomentar mengenai usulan Golkar mengganti Ketua DPR. Setya Novanto diusulkan menjabat Ketua DPR kembali menggantikan Ade Komarudin.

"Saya kira itu kewenangan mengganti anggota fraksi kewenangan partai masing-masing," kata Supiadin di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Supiadin menyarankan Partai Golkar memikirkan alasan mengusulkan Novanto. Apalagi, Novanto pernah mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR.

"Tapi kami dari NasDem tidak akan ikut campur karena itu urusan internal," kata Anggota Komisi I DPR itu.

Supiadin meminta keputusan tersebut dikomunikasikan dengan fraksi-fraksi lain. Supiadin mengingatkan adanya dampak kepada DPR terkait usulan pergantian tersebut.

"Ya artinya kita jangan sampai DPR itu terkesan berganti-ganti pimpinan seperti itu. Kesannya kurang baik, artinya manajemen kepemimpinan itu tidak bagus," kata Supiadin.

Supiadin lalu mengatakan seluruh anggota DPR harus mempertanggungjawabkan kinerja kepada rakyat.


"Saya kira kalau masing-masing anggota DPR bisa berbuat dan mempertanggungjawabkan amanat maka saya kira rakyat juga akan menganggap baik juga," kata Supiadin.

Setelah Menjadi Tersangka, Buni Yani Sempat Menitipkan Pesan Kepada Masyarakat, Begini Isinya


Setelah Jadi Tersangka, Buni Yani Titip Pesan untuk Masyarakat, Begini Isinya
Beritaindonesia.co - Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik, penghasutan dan SARA.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Buni Yani sempat berpesan kepada masyarakat, yakni memohon doa agar diberikan jalan yang terbaik.

 Pesan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, Rabu (23/11/2016).

"Beliau barusan menitipkan pesan kepada masyarakat Mohon doanya dan beliau kaget tiba-tiba harus pada posisi keluar surat penangkapan yang otomatis tersangka," ucapnya.

Yang kedua, kata dia, Buni sebetulnya tidak melakukan apa yang dituduhkan.

 Padahal, pihaknya sudah sampaikan bukti-bukti bahwa bukan dia yang pertama kali mengupload.

"Mengapa tanggal 6 Oktober Mengupload ulang video yang berdurasi 30 detik yang diambil dari akun media NKRI sebelum itu banyak akun yang tanggal 5 lebih keras lebih provokatif,"

 ucapnya. "Tanggal 5 banyak yang kemudian meng caption juga lebih keras kenapa harus buni yani. Lebih dari 5 akun," kata Aldwin.

  Buni Yani menolak berita acara penangkapan oleh polisi.

 Alhasil, dia belum ditahan dan masih terus diperiksa.

 Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan dalam pemeriksaan ada 27 pertanyaan dari penyidik.

 Di dalamnya, menurut Aldwin, tidak sesuai dengan proses hukum.

"Hari ini saya tegaskan sangat kecewa dan sangat kaget dan ini prosesnya tidak fair Pak Buni Yani baru pertama kali dimintai sebagai saksi dan selalu kooperatif. Tiba-tiba proses di BAP belum juga selesai digelar baru mau mengajukan nama-nama saksi BAP juga belum rapi. Langsung keluar surat penangkapan," ucap Aldwin.

Menurutnya surat penangkapan itu diskriminatif.

 Jadi, Buni Yani menolak menandatanganinya.

"Tapi beliau tidak mau menandatangani surat penangkapan sehingga akan dibuatkan berita acara penolakan karena hari ini lanjut pemeriksaan," ucapnya.

Kocak..!! Spanduk Unik di Jakarta Pusat Ini Menjadi Tontonan Warga Lantaran Isinya ...


Spanduk Unik: ''Calon Gubernur Kite ABA, Agus, Basuki, dan Anies, Asal Bukan Ahok''
Beritaindonesia.co - Sebuah spanduk berwarna putih berukuran 2 x 3 meter persegi berisi tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 terpasang di sebuah gang di Jalan Kebon Kacang Raya, Jakarta Pusat.

Spanduk itu bertuliskan ajakan untuk tidak memilih salah satu calon gubernur DKI Jakarta tertentu.
"Calon gubernur kite ABA. Agus, Basuki, dan Anies. Asal Bukan Ahok," begitu tulisan di dalam spanduk tersebut.

Huruf-huruf di spanduk tersebut berwarna hitam, sedangkan warna huruf A, B, dan A berbeda dari huruf lainnya, yakni berwarna merah.

Jika melihat spanduk tersebut, warga akan mempersepsikan ABA sebagai Agus, Basuki, dan Anies, serta Asal Bukan Ahok.

Di dekat spanduk tersebut juga terpasang bendera "Bagus - Barisan Agus Sylvi".

Salah seorang pedagang yang berada dekat situ menyebut spanduk itu sudah lama terpasang.
"Kira-kira beberapa hari yang lama, sudah sekitar semingguan-lah. Setiap orang yang datang ke sini pasti nanya soal spanduk itu. Ha-ha-ha," kata pedagang tersebut, Rabu (23/11/2016).

Dia tak mengetahui pihak mana yang memasang spanduk tersebut.

Apakah warga setempat atau pihak luar.

Sementara itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Jupan Royter belum merespons perihal ini.
Keberadaan spanduk ini juga sempat menjadi bahan tertawaan di media sosial.
Sebab, isinya asal bukan Ahok, tetapi memasukkan nama Basuki sebagai salah satu calon gubernur DKI.(Kurnia Sari Aziza)

Mengejutkan..!! Media Besar Amerika Serikat ini Ikut Angkat Berita Soal Kasus Ahok,Begini..


TIME Angkat Berita Pemeriksaan Ahok Sebagai Tersangka Dugaan Penistaan Agama
Beritaindonesia.co - Media besar Amerika Serikat, TIME, Rabu (23/11/2016) mengangkat pemberitaan mengenai delapan jam pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Gubernur Jakarta diperiksa Polisi Sebagai Bagian Dari Penyelidikan Dugaan Penistaan Agama." Demikian judul berita yang diangkat TIME dalam seperti dikutip Tribunnews.com, Rabu (23/11/2016).

Dalam pemberitaannya, disebutkan "Kepolisian Indonesia memeriksa Gubernur Jakarta ini selama delapan jam pada Selasa (22/11/2016), setelah menyandang status tersangka dalam kasus penistaan agama minggu sebelumnya."

Menurut pengacara Basuki T. Purnama atau Ahok — menjawab sebanyak 27 pertanyaan selama interogasi, Jakarta Post melaporkan.

Kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna mengatakan materi pemeriksaan dalam penyidikan kali ini akan menyempurnakan dan menambahkan keterangan yang telah disampaikan oleh kliennya saat masih berstatus saksi.

"Ini pertanyaan berulang dari interogasi sebelumnya," kata si pengacara, Sirra Prayuna.
Ahok dituduh melakukan penistaan agama ketika pidato di Kepulauan Seribu pada bulan September lalu.

Pidato Basuki T. Purnama menarik kemarahan umat muslim yang berpendapat bahwa seorang non-Muslim tidak harus memegang posisi kepemimpinan di Indonesia, negara mayoritas Muslim.
Ahok pun telah berulang kali meminta maaf, berkata ia tidak pernah bermaksud untuk menghina agama Islam atau Al-Quran.

Permintaan maafnya Ahok disambut akis unjuk rasa pada 4 November, sekitar 200.000 umat Muslim turun ke jalanan di Jakarta menuntut Ahok dijadikan tersangka penistaan agama.

Di tempat lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam beberapa minggu terakhir telah berupaya untuk mendinginkan suasana dan mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan bertemu tokoh-tokoh Muslim dan partai politik — termasuk mantan rivalnya kala Pilpres lalu, Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri — serta pejabat militer.

Meskipun kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok naik dan membuat dirinya berstatus tersangka, Ahok masih diperbolehkan untuk mengikuti pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta.


Dua kompetitor utama adalah Anies Baswedan, yang didukung oleh Partai Prabowo, dan Agus Harimurti Yudhoyono, anak tertua dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Salut..!! Dicopot dari Ketua DPR, Akom Ditawari Menjabat Sebagai Ketua Fraksi atau Wakil Ketua MPR


Dicopot dari Ketua DPR, Ade Komaruddin Ditawari Jabat Ketua Fraksi atau Wakil Ketua MPR
Beritaindonesia.co - Partai Golkar memiliki banyak pilihan posisi jabatan yang bisa ditempati Ade Komarudin.

Ade yang kini menjabat sebagai Ketua DPR dapat ditempatkan di posisi Ketua Fraksi atau Wakil Ketua MPR asal Golkar.

"Ade mungkin akan kita menempatkan banyak pilihan, bisa jadi ketua fraksi, ini jabatan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) ada banyak, bisa jadi wakil ketua MPR, bisa saja, karena dia ini kader senior terbaik partai," kata Korbid Polhukkam DPP Golkar Yorrys Raweyai di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Rapat pleno DPP Golkar memutuskan Setya Novanto untuk menjabat kembali sebagai Ketua DPR.

Yorrys lalu menuturkan Akom, sapaan akrab Ade Komarudin, merupakan kader senior Golkar serta Ketua Umum SOKSI.

"SOKSI itu ormas yang mendirikan Golkar. Cuma ini bukan proses pergantian yang seperti dikesankan orang seakan dia harus diganti karena ada masalah. Itu transisi politik saat itu," kata Yorrys.

Yorrys menngungkapkan alasan putusan Novanto sebagai Ketua DPR kembali karena sudah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Novanto dianggap sebagai simbol partai.

"Sehingga kita harus mengembalikan marwah dia duduk sebagai Ketua DPR," kata Yorrys.
Namun, Yorrys mengakui situasi politik saat ini juga menjadi pertimbangan terkait pergantian Ketua DPR.


"Apakah tepat momentum kalau kita melakukan pergantian saat ini. Ini yang sekarang lagi kita coba," kata Yorrys.

Keinginan Setya Novanto Rebut Kembali Kursi di DPR Dinilai Aneh ,Ini Lantarannya..


Keingin Setya Novanto Rebut Kembali Kursi Ketua DPR Dinilai Aneh
Beritaindonesia.co - Peneliti Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari menyebut upaya Setya Novanto kembali mengambil kursi Ketua DPR tidak bisa dibenarkan.

Menurutnya tidak ada dasar hukum untuk mendukung langkah Setya Novanto kembali menduduki kursi Ketua DPR.

Setya Novanto sebelumnya terseret kasus 'Papa Minta Saham'.

Setya Novanto pun kemudian mengundurkan diri dari kursi ketua DPR, setelah menjalani sidang di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Feri Amsari mengatakan putusan MK yang memenangkan Setya Novanto, terkait bukti rekaman suara tidak bisa dijadikan dasar.

Menurutnya putusan MK tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk memperbaiki namanya di DPR.

Alasannya putusan MK adalah putusan hukum, sedangkan putusan MKD berada di ranah etika.

"Kemudian putusan MK sama sekali tidak membahas soal itu (putusan MKD), tapi kemudian ini dikapitalisasi oleh Partai Golkar,"ujar Feri Amsari di kantor Indonesia Corruption Wartch (ICW), Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2016).

Setya Novanto pada akhirnya mengundurkan diri dari jabatan ketua DPR, sebelum MKD menjatuhkan vonis.

Menurut Feri Amsari tidak etis seorang pejabat yang sudah mengundurkan diri tiba-tiba mau merebut kembali jabatan yang sudah ditinggalkannya itu.

"Menurut saya ini agak aneh, dipaksakan seseorang yang sudah menyatakan dirinya tidak sanggup lagi menjadi Ketua DPR, kemudian menyatakan kembali dirinya (sanggup)," ujarnya.

Apapun keputusan MKD terkait Setya Novanto, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar itu sama sekali tidak pernah membantah rekaman MAroef Sjamsoeddin.

Setya Novanto tidak pernah membantah pertemuan dan tidak pernah membantah isi rekaman yang menunjukan bahwa ia sempat meminta jatah saham dengan menjual nama Presiden dan Wakil Presiden RI.


"Setya Novanto tidak pernah membantah isi rekaman, mustinya Setya Novanto legowo mengundurkan diri," ujarnya.

Top Ad 728x90

Top Ad 728x90